Spesial langsung 6Bab kebawah ampe ending.
cekiiiidoooootttt !!
*Prolog*
Reyya Almavira Zatalini itu nama ku, karena nama ku sepanjang kereta api ekonomi jadi you can call me "AYYA" . Menurut ku itu nickname yg simple dan cute tapi masih ada juga yang panggil aku "REY"but so far no problem. Aku seorang gadis berumur 15 tahun yang selalu berangan-angan love story-ku seindah dan seromantis dongeng sebelum tidur seperti Cinderella, Sleeping Beauty, Alice Wonderland, etc... Dan bermimpi suatu saat nanti aku akan bertemu dengan seorang pangeran tampan berkereta kuda yang akan membawa ku ke Kerajaan Rasi Bintang dan hidup bahagia. Namun setelah berumur 15 tahun aku baru menyadari kalou itu hanya dongeng rekaan saja, dan prince charming hanya mau sama cewek-cewek cantik. Mana mungkin ada pangeran yang mau sama cewek jelek seperti aku. It's just impossible.
"Krrriiiinnggg...krriiiiinnggg...krriiiinnggg." bel pulang sekolah berbunyi. Sorak sorai penghuni kelas XI IPS 3 terdengar, wlopun sudah SMA tapi kelakuan masih seperti anak bocah. Bunyi bel pulang sekolah menghilangkan rasa kantuk seketika.
"Selesai sudah materi belajar hari ini, kita lanjutkan minggu depan. Selamat siang semua." Bu Erlina guru Geografi kami bergegas meninggalkan kelas. Hampir sebagian siswa telah meninggalkan kelas hanya aku dan Fella teman sebangku ku yang masih sibuk merapihkan tas.
"Aya, sebelum pulang temanin gue ke kelas IX IPS 5 yukk??" ajak Fella kepada ku
"Ok deh, emang mau ngapain Fel??"
"Gue mau balikin novelnya Eby Ya."
"Yaudah ayuk nanti keburu sore." Aku dan fela segera bergegas menuju kelas XI IPS 5 yang tidak jauh dari kelas kami.
“Feeellaaaaa......Aayyyyaaaaaaa......." terdengar suara memanggil aku dan Fella. Kami pun sontak meggeleng kebelakang bersamaan.
"Ada apa sih Ndra, sampai teriakan gitu" tanya Fella kepada Andra. Ternyata yang memanggil itu adalah Andra cowok sekelas kami. Ada apa yah kok Andra manggil gue sama Fella, ada dia mau ajak pulang bareng fikirku dalam batin
"Fel, gue minjam catatan Geografi loe dong, soalnya gue tadi gak sempat nyatet semua. Boleh yah??" pinta Andra memasang senyum cengengesan. Aku menatap hati hati matanya dan memperhatikan likukan bibirnya seperti ada sesuatu yang bergetar dihati ku.
"Gimana yah, soalnya besok lusa ada ulangan Geografi kan, nah itu bahannya dari catatan yang tadi kita catat. Lagian sih loe tidur mulu bukannya nyatet." omel Fella kepada Andra.
"Ngantuk gue makanya gue tidur habis BT dikelas tadi, ayolah Fel pinjamin gue, janji besok gue balikin." Andra memohon sebelah alisnya terangkat dan kini wajahnya sangat lucu. Cowok didepan ku ini memang tergolong bad boy seringnya ia tidur dikelas, tidak mengerjakan PR, bahkan pernah aku lihat ia sedang membolos di belakang sekolah waktu pelajaran sejarah. Tapi sebenarnya ia pintar, buktinya ketika kami diberi soal matematika hampir satu kelas kelabakan hanya dia dalam waktu kurang lebih 20 menit bisa menyelesaikan 15 soal yang menurut ku sangat dan sangat susah. Sifat culas, malas, dan masa bodonya membuat para guru menjadi kesal olehnya.
"Yaudah gue pinjamin, tapi besok loe harus bawa yah??" Fella. Sambil membuka tasnya dan menggambil buku tersebut untuk di pinjam Andra.
" Makasih yah Fella bawwell." goda Andra sambil mengambil buku tersebut. Seuntai senyum mengembang dibibirnya, aku suka namun bukan buat ku.
"Dasar Anndraa!!!" gerutu Fella sambil tersenyum dan merapikan tasnya kembali.
Aku yang sedari tadi berdiri disamping mereka merasa envy melihat kedekatan mereka. Kenapa sih Andra gak pinjam sama aku, toh pasti aku bakal senang hati pinjaminnya. Kenapa harus pinjamnya sama FELLA. Harus aku akui kalau aku …."
"Ayya, sorry yah gue jadi kacangin elo, yuk kita ke Eby nanti keburu pulang orangnya." ajak Fella kepada ku membuyarkan lamunan gerutu ku dalam batin tadi.
"Iya gak apa-apa yaudah yuk." Aku berjalan bersama Fella sejajar menuju kelas XI IPS 5. Ku simpan gusar ku dalam hati
..........................................................skip...............................................
Aku dan Fella sampailah di kelas XI IPS 5 yang hanya terhalang satu kelas saja dengan kelas kami. Aku dan Fella celingak-celinguk didepan pintu mencari Eby, tetapi Eby tidak ada.
"Ris, Eby udah pulang blom?" tanya Fella kepada Risma teman Eby sekaligus penghuni kelas XI IPS 5
"Gak tau deh, tapi tadi kata Eby dia mau sholat dulu di mushola, coba deh cari aja di musholah." ujar Risma kepada kami
"Thank's yah ris" ucap Fella dan kami langsung bergegas menuju musholah
..........................................................skip .....................................................
"Ayya, loe mau masuk gak?" tanya Fella sesampainya dimusolah.
"Gak ah loe aja, lagi juga gue lagi halangan."
"Yaudah loe tunggu situ dulu yah." Fella masuk ke dalam Musholah dan meminta ku menunggunya diluar.
Diluar sambil menunggu Fella aku masih saja memikirkan kejadian yang tadi. Jujur aku kesal melihat Andra meminjam buku kepada Fella. Bukannya aku tidak suka dengan Fella tapi karena aku memendam rasa kepada Andra yang membuat aku cemburu dengan kedekatan mereka. Kenapa setiap aku memendam rasa slalu saja ada halangannya, gak itu karena cowok yang aku suka naksir sobat ku sendiri atau malah sobat aku yang naksir cowok yang aku suka. Apes banget sih love story aku, ingin deh kisah cinta aku menjadi happy ending seperti novel-novel yang sering aku baca. Gak apes melulu seperti gini. Nasib nasib slalu buruk dalam hal asmara. Tanpa sadar aku mengutuki diri sendiri. Curhat.Terkadang aku pernah berfikir apa aku gak boleh JATUH CINTA.
"Sorry Ayy gue kelamaan yah." Fella datang menghampiri.
"Gak juga kok, yaudah yukk pulang." Aku dan Fella bergegas pulang, rumah kami tidak berdekatan tetapi searah, karna itu aku dan Fella selalu pulang bersama.
”Assalamu’alaikum, mah Ayya pulang.” Sampai dirumah aku mengetuk pintu rumah sambil mengucap salam.
“Wa’alaikumsalam, kok pulangnya telat Ayy?” Mama ku membuka pintu dan langsung menanyaiku karena aku pulang sekolah terlalu kesorean. segera aku cium tangan mama.
“Tadi Ayya temani Fella antarin buku ke temannya mah.” jawab ku dengan raut muka agak malas.
“Yasudah ganti baju mu terus habis itu makan yah sayang.” seru mama ku dengan penuh kasih.
“Iya mama ku yang cantik.” Aku mencium pipinya lalu tersenyum dan segera menuju kamar ku.
Sampai di kamar aku langsung melempar tas sekolah ku keatas tempat tidur, dan merebahkan tubuh ku diatas kasur lalu menutup seluruh wajah ku dengan bantal kesayangan.
“Huuh kenapa sih gue masih kepikiran kejadian yang tadi ajah. Apa pentingnya lagi! Udah dong lupakan...lupakan…” aku berucap pada diriku sendiri.
Tiba-tiba aku mulai mengingat masa lalu ku. Ketika aku kelas 6 SD aku pernah menyukai seseorang, dan aku sangat senang ketika dia dekatin aku. Itu pertama kali aku rasa kan suka dengan lawan jenis. Tapi ternyata sahabat aku juga menyimpan rasa dengan dia. Terpaksa aku mengalah dan menjauh dari dia karna sahabat ku, aku gak mau sahabat ku patah hati. Hal sebaliknya terjadi waktu aku kelas 1 SMP. Aku memendam rasa dengan seorang cowok tetapi cowok yang aku sukai malah menyukai sahabat ku. Rasanya sakit tapi bagaimana pun aku gak mungkin egois. Sama halnya dengan ketika ku kelas 3 SMP aku mengalami persis kejadian waktu kelas 6 SD. Kemudian sekarang aku pun mengalami kejadian yang sama dengan kejadian waktu ku kelas 1 SMP. Love story ku seperti Déjà vu yang terus membayangi ku. “Sampai kapan dua kejadian itu berulang-ulang kembali dalam love story ku??” aku bertanya pada diriku sendiri.
“Aaarrrggghhhhhh!!!!!!!!!” saking kesalnya aku tak sadar berteriak.
“Kenapa sih sayang kok teriak-teriakan??” Suara mama mengagetkan ku. Mungkin karena teriakan ku yang cukup keras sehingga mama panik dan kekamar ku untuk melihat kondisi ku.
“Gak kenapa-kenapa kok mah, tadi cuma ada kecoa.” Jawab ku ngasal.
“Kirain ada apa bikin mama panik saja kamu. Masa sama kecoa aja takut, gimana mau jadi dokter” Mama meledek ku sambil tersenyum jenaka.
”Ah mama wajar lah takut sama kecoa. Kecoa itukan makhluk paling busuk lagian siapa juga yang ingin jadi dokter, cita-cita aku kan jadi jurnalis” Aku memonyongkan sedikita bibirku membalas ladekan mama.
“Yasudah makan dulu sana.” Seru mama.
Aku pun langsung menuju ruang makan karna cacing-cacing dalam perut ku sudah mulai berdemo.
..........................................................skip.............................................
Malam ini aku termenung sendiri di kamar hanya di temani alunan lagu Dealova by.Once yang ku putar dari MP3 player ku. Sambil melamun terselip harap ku kepada angin malam agar dia memikir kan ku. Ada sesuatu yang berbeda dihati ku. Aku jatuh cinta, entah dari kapan namun hanya cinta dalam hati.
aku ingin menjadi mimpi indah dalam tidurmu
aku ingin menjadi sesuatu yg mungkin bisa kau rindu
karena langkah merapuh tanpa dirimu
oh karena hati tlah letih
kau seperti nyanyian dalam hatiku
yg memanggil rinduku padamu
seperti udara yg kuhela kau selalu ada (lirik lagu DEALOVA)
Ku lihat jam weker ku menunjukkan pukul 22:26, walaupun sudah larut malam tapi mata ku susah untuk dipejamkan. Ku berjalan menuju jendela dan menatap langit yang gelap gulita sepertinya sebentar lagi akan turun hujan. Langit pun mendengar suara hati ku. Aku mengambil buku diary ku, hanya diary teman curhat setia ku. Tangan ku mulai menulis di lembar diary ku.
Dear diary
Mencintai seseorang diam-diam itu ternyata sangat menyakitkan. Ada rasa yang ingin diucap tetapi susah untuk diungkapkan. Apalagi ternyata seorang yang aku cinta mencintai cewek lain dan itu sahabat ku. Aku sadar aku munafik, di bibir ku tersenyum tetapi batin ku menangis.
Aku benci tapi aku cinta, aku luka tapi tak berdaya
DIANDRA PRASETYO
Pertama kali ku jumpa dengan mu, mata ku terpaku melihat senyum simpul mu. Senyum yang gak akan pernah ku lupa. Sejak saat itu lah kamu tlah menarik hati ku. Namun aku tau aku gak bisa memiliki senyum mu, karna bayangnya ada pada mu. Ku gak tau kenapa semua ini terjadi. Aku gak menyalakan mu dan aku juga gak menyalakan dirinya. Gak ada yang harus dipersalahkan. Tapi aku ingin kamu tau kalo aku suka kamu membiarkan rasa ini bahagia walou cuma sebentar. Mungkin cintanya harus pergi sebelum ketibaan
Seperti lagu UngU Cinta Dalam Hati
> Mungkin ini memang jalan takdir ku, mengagumi tanpa dicintai. Tak mengapa bagi ku asal kau pun bahagia dalam hidup mu. Tak mengapa bagi ku mencintai mu adalah bahagia untukku.........
"Hoooaaaammm.........." aku mulai merasakan ngantuk dan segera aku merebahkan badan ku dikasur, tak lupa ku membaca doa. Dan ku berucap dalam hati "Selamat tidur Diandra Prasetyo, cinta dalam hati ku." sambil tersenyum berharap aku akan memimpikan dia malam ini.
..........................................................skip......................................
Aku berjalan melintasi koridor kelas menuju kelasku yang berada di lantai dua. Sampainya dikelas aku melihat Fella dan Andra sedang asyik mengobrol dan bercanda. Perasaan ku bertambah sakit melihat mereka berdua. Tapi aku gak boleh menunjukkan perasaan ku ini. Aku mencoba tegar dan memasang raut wajah seperti tidak terjadi apa-apa. Aku mulai memberanikan diri menghampiri mereka.
"Hai Fell, hai Ndra." aku menyapa mereka disisi meja.
"Hai juga Yya." balas mereka besamaan
"Ciiee kayaknya ada yang lagi PDKT nih." aku meledek mereka sambil memincingkan mata ku. Padahal sebenarnya hati ku sedih. Benar kata orang dalam kata “cie” ada cemburu. Aku menaruh tas ku diatas meja dan duduk di kursi sebrang.
"Gak kok, kita cuma lagi ngobrol aja." ujar Fella menatap Andra lalu dibalas senyum. Senyumnya lagi aku suka tapi bukan senyum kepada dia.
"Kalo iya juga gak apa-apa kali kan lumaya gue bisa dapat PJ (Pajak Jadian)." aku menggodanya lagi sambil sedikit tertawa
"Makanya doain kita Yya biar jadian." Andra mulai bicara sambil mengedipkan matanya kearah Fella lalu tersenyum nakal.
"Apasih Ndra." Fella mulai malu-malu menatap Andra. Sepertinya atmosfernya sudah tidak enak. Mendengar perkataan Andra hati ku serasa teriris-iris ingin rasanya ku ingin menangis. Tapi ku tahan, ku tak mau mereka tau perasaan ku. Aku juga tak ingin menyakiti perasaan sahabat ku FELLA. Mereka sangat serasi pasangan yang cocok.
Aku berniat keluar kelas meninggalkan mereka, aku takut gak kuat menahan air mata ku ini. Aku beranjak dari kursi. "Fell, Ndra gue keluar dulu yah." ucap ku kepada mereka dan aku langsung keluar kelas meninggalkan mereka yang masih asyik bercanda.
~BERSAMBUNG~






Tidak ada komentar:
Posting Komentar