Author : Olivia Resty Amallia
Didalam mobil aku dan Tian saling diam. Tak ada yang memulai bicara. Aku masih memikirkan ucapan Tian tadi. Mungkin juga sama halnya dengan Tian. Sesaat kemudian mobil Honda Jazz hitam milik Tian berhenti didepan rumah ku. Segera Tian membopong tubuh ku yang lemah menuju pintu rumah ku. Tian mengetuk pintu rumah ku dan mengucap salam.
"Permisi, Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumsallam." mama ku membukakan pintu dan kaget melihat kondisi ku yang basah kuyup dengan seragamku yang kotor, wajah ku yang pucat pasi seperti mayat hidup, dan tubuh ku lemah gak berdaya.
"Astagfirullahalhazim, kamu kenapa nak?" tanya mama panik.
"Tadi Ayya pingsan buk, mungkin karena kehujanan dan kurang enak badan jadi badannya lemah." Tian menjawab pertanyaan mama ku.
"Yasudah tolong bawa kekamar yah nak." pinta mama ku pada Tian. Segera Tian menggendong ku menuju kamar ku. Tubuh ku direbahkannya diatas kasur dan langsung diselimuti oleh Tian. Ku lihat wajah mamah panik sambil membawakan ku teh manis hangat. Tian masih disebelah ku pakaiannya basah tapi tidak sebasah seperti ku. Aku tau ia sangat kedinginan, sungguh tak enak hati aku padanya. Ia sudah menolongku tapi tadi aku bersikap kasar padanya. Ku lihat wajahnya yang tirus memancarkan kelembutan dan ketulusan. Tapi tidak seistimewah Andra. Memang Andra yang dapat membuat hati ku tertarik.
“Ayya gue balik dulu yah sudah sore.” ucap Tian berpamitan sambil meraih tas-nya.
"Thank's yah Tian loe udah tolangin gue. Maaf tadi gue berkata kasar sama lo." ucap ku sebelum Tian pergi keluar kamar. Tian hanya membalas dengan senyuman khasnya yang berlesung pipit. Lalu dia pulang berpamitan pada mama ku. Terdengar suara deru mobil honda Jazz milik Tian meninggalkan halaman rumah ku.
Aku bangun dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk membersihkan badan dan mengganti pakaian ku yang basah kuyup. Tiba-tiba handphone ku berdering ku lihat layar HP ku satu pesan masuk. Langsung ku buka message tersebut dan ternyata dari.
Sender : Andra
Hay Ayya..
Ganggu gak nih??
Ternyata Andra yang SMS, aku setengah kaget dan gak percaya kalau ni SMS dari Andra. Aku segera membalas SMS Andra.
To : Andra
Hay juga Ndra.
Gak ganggu kok, tapi tumben SMS gue?.?
Aku membatalkan niat ku untuk mandi, ku taruh handukku di atas tempat tidur dan duduk di samping tempat tidur menunggu balasan SMS dari Andra. Jujur aku senang banget Andra SMS aku, dan ini pertama kalinya Andra SMS aku duluan. Biasanya aku yang SMS Andra dengan alasan menanyakan tugas sekolah ataupun hanya isang mengirimi Andra draft. Tapi aku senang walau cuma mengobrol lewat SMS saja, karena aku gak pernah berani untuk ngobrol dengan Andra secara langsung. Tak lama setelah itu hp ku bergetar satu pesan baru.
Sender : Andra
Emang gak boleh yah SMS loe Ayy??
Cuma mau tanya kabar loe aja, hehehe
Btw loe lagi ngapain??
“ Apa?? Andra SMS gue Cuma mau tanya kabar gue. Gak mungkin! Pasti ada maunya ni orang.” Ucap ku sendiri. Aku pun langsung membalas.
To : Andra
Gue lagi santai aja, tadi sih niatnya mau mandi.
Kalo loe lagi apa?
Ehmm… gak mungkin kalo loe SMS gue mau tanya kabar,
Pasti ada ujung2nya nih??
Handphone ku bergetar lagi, pasti ini balasan dari Andra.
Sender : Andra
Gue lagi SMSan sama loe kan,, hehe
Loe blom mandi pantesan baunya sampai sini, hehe
“Ni orang ngeselin banget sih, masa iya gue belom mandi baunya sampai sana? Ada-ada saja Andra” pikir ku. Aku mulai mengetik SMS balasan Andra sambil senyam senyum sendiri.
To : Andra
Gak mungkin gara2 gue blom mandi baunya sampai sana!
Paling itu bau badan loe, hehe
Oya, pertanyaan gue blom dijawab ada apa loe SMS gue?
Tak lama Andra membalas.
Sender : Andra
Ahaha iya gue juga blom mandi kok :’)
Iya sih sebenarnya ada maksud lain gue SMS loe
gue mau tanya tentang kesukaan Fella??
“Tu kan benar, gak mengkin Andra SMS gue buat nanya tentang gue. Pasti ada maksud lain PD banget sih gue!!! Aaarrgghh! Tapi ada apa yah Andra tanya kesukaan Fella.” Gerutu ku. Aku makin penasaran untuk apa Andra menanyakan tentang kesukaan Fella. Aku membalas SMS nya lagi.
To : Andra
Emang ada apa Ndra loe tanya tentang kesukaan Fella, kenapa gak loe tanya ke Fella langsung??
Balasan SMS Andra.
Sender : Andra
Ada yang pengen gue cerita sama loe, tapi jangan kasih tau siapa2 terutama Fella.
JANJI???
Aku semakin tambah penasaran.
To: Andra
Iya deh gue JANJI, tapi loe cerita yah??
Tak lama kemudian balasan Andra
Sender :Andra
Ayya, jujur sebenarnya gue suka sama Fella, Gue mau
kasih dia kejutan sambil nyatain perasaan gue ke Fella
Menurut loe gue kasih apa yah??
Makanya itu gue tanya kesukaan Fella sama loe. Kan kalian sahabatan..
Aku kaget membaca SMS Andra, ini jawabannya kenapa Andra SMS aku. Ternyata Andra hanya ingin tanya kesukaan Fella bukan tanya tentang aku. Dan yang lebih parah aku orang pertama yang tau rencana Andra nembak Fella. Tak terasa air mataku merembas membasahi wajah ku. Aku langsung membanting HP ku ke kasur dan duduk dilantai sambil memeluk lutut.
“Loe jahat Ndra, Loe JAHAT!” Jerit ku lirih sambil terisak dalam tangis. “Kenapa loe harus cerita rencana loe sama gue??? Itu bikin hati gue tambah sakit Ndra. Gue mau buang perasaan ini tapi gak bisa. Gue tersiksa!!!!!!!” Aku menangis sekencang-kencangnya mencoba mengeluarkan sakit hati ini. Ku ambil bantal love-ku dan ku benamkan wajah ku. Tiba-tiba aku teringat omongan Tian tadi.“Ngapain sih loe nyiksa diri loe kayak gini. Apa untungnya buat loe? Yang ada bikin loe tambah tersiksa. Loe nangis sekenceng-kencengnya, loe teriak sekuat-kuatnya disini. Apa Andra bakal denger?? gak kan? Semua ini gak bakal ngerubah keadaan, malah bikin hati loe tambah sakit. Kalo elo mau ngerubah semuanya, loe datangin Andra loe bilang kalo loe cinta sama dia dan elo datangin Fella loe bilang loe cemburu sama dia! Jada ngapain loe disini aja." Kata-kata itu terus membayang-bayang. Akupun berhenti menangis dan menghapus air mata ku . Seolah-olah kata-kata itu mempunyai magnet untuk menguatkan aku. Segera ku bangun dan langsung meraih HP ku dan mulai mengetik balasan SMS Andra.
To: Andra
MBB
Menurut gue Fella itu suka banget sama coklat, suka warna ungu dan pink, suka baca novel romansa, suka hal2 romantis, suka boneka yang gede dan berbulu lebat & halus, makanan favoritenya sea food, dan satu hal lagi yang dia suka. Fella suka kalo rambutnya di puji.
Aku menghela napas sebentar, jujur rasanya berat untuk membalas SMS Andra apalagi menceritakan kesukaan Fella yang membuat aku hancur. Tapi bagaimanapun aku harus kuat dan gak bole nangis lagi. Segera ku bangkit dan bergegas kekamar mandi.
******************************************skip*************************************
Keesokkan paginya “Ayya udah siang bangun nak, nanti kamu terlambat sekolah lho?” suara lembut mama membangunkan ku. Tapi aku masih setia dengan selimut ku. Rasanya susah sekali tubuh ku untuk bangun. Pagi ini badan ku lemas semua, terasa pusing dan sedikit menggigil yang ku rasa.
“Ayya lagi gak enak badan mah, kepala Ayya pusing dan badan Ayya juga lemas.” Aku memijat ringan kepala ku.
“Kamu sakit yah nak? Pasti gara-gara kehujanan kemarin.” Mamah megusap dahi ku. Sepertinya mama sedang mencoba memeriksa suhu tubuh ku dan memastikan kondisi ku. “Iya kamu demam, ya sudah hari ini kamu izin sekolah dulu, nanti kita kedokter yah sayang.”ujar mama.
“Gak usah mah, nanti minum obat saja sudah sembuh kok.” jawab ku ngeyel.
“Kamu tuh yah, yasudah mama buatkan teh hangat dulu yah sayang.” ujar mama sambil berlalu. Aku hanya membalas dengan tersenyum. Itulah mama sosok yang sangat aku sayangi dan aku bangga kan. Kelembutan dan kasih sayangnya dapat meluluhkan sifat keras ku.
“Hari ini kenapa gue harus sakit ? Heumm mungkin ini jalan Tuhan supaya gue gak sedih melihat Fella di tembak Andra. Tapi gue kan seharusnya senang melihat temen gue jadian, apa lagi mereka saling cinta. Gue gak boleh egois, gue gak boleh cengeng, gue harus tegar terima kenyataan kalau Andra itu cuma suka sama Fella bukan gue.” ucap ku berbicara sendiri. Mungkin terlihat bodoh tapi ini cara menenangkan batin ku sendiri. Aku masih merahasiakan perasaan ini kepada siapapun sekalipun mama. Walaupun aku slalu bercerita tentang apapun kepada mama , tapi entah kenapa rasanya berat menceritakan ini kepada mama. Biarlah aku sendiri yang merasa dan menyimpan sakit ini. Oh tidak aku baru ingat kalau Tian tau cerita ku ini. Tapi dari siapa? Toh tidak ada yang tau perasaan ku ini. Ia bilang kalau mata ku yang mengatakannya. Kalau memang ia bisa melihat perasaan cinta ku kepada Andra hanya lewat tatapan mata. Kenapa Andra cowok yang aku suka tak pernah peka dengan perasaan ku. Apa begitu perhatiannya Tian kepada ku, sehingga ia bisa membaca fikiran dan perasaan ku hanya lewat tatapan mata. Atau mungkin Tian suka dengan ku? Ah rasanya tidak mungkin, aku ini kan jelek. Sudahlah jangan berkhayal macam-macam. Mungkin belum waktunya aku menemukan pangeran Orion ku. Aku percaya Tuhan akan merencanakan sesuatu yang indah buat ku nanti. Percayalah…
“Sayang ini mama sudah buatkan teh hangatnya.” Mama masuk kekamarku membawakan secangkir teh hangat buatannya. Kedatangan mama membuyarkan aku dari lamunan. Aku mencoba mengangkat tubuh ku untuk meraih secangkir teh hangat lalu meminumnya.
“Yasudah kamu habisakan teh-nya lalu istirahat yah sayang.” Mama mencium kening ku dan berlalu. Aku meraih handphone ku diatas nakas dari aku bangun belum mengcek handphone ku ini. Benar saja ternyata ada 3 message, akupun langsung membukan dan membaca.
Sender : Fella
Aya lo kok belom datang? Apa lo gak masuk sekolah?
Padahal gue mau curhat byk sm lo
Sender : Andra
Aya doakan gue yah, nanti pulang sekolah rencananya gue
Mau ngajak Fella jalan. Saat itu juga gue mau nembak dia.
Doakan gue J
Sender: Tian Rese
Ayayay pasti lo gak masuk sekolah karna sakit.
Lagian sih hujan2’an. Cepet sembuh yah Reyya J
Tiga message itu membuat hati aku campur aduk rasanya. Gak tau aku itu harus senang atau sedih. Andra asal kamu tau kalau aku itu sayang sama kamu. Kenapa dia harus bilang rencanan nembaknya sama aku. Itu bikin aku jadi tambah down lagi. Seharusnya ia harus tau kalau aku sakit begini gara-gara dia. Seharusnya dia sadar kalau selama ini dia perlahan-lahan buat aku hancur. Tanpa terasa air mata ku merembas, tidak tau sudah berapa kali aku menghabiskan air mata cuman buat dia. Iyah cuma buat Diandra Prasetyo yang bukan siapa-siapa aku tapi slalu membuat ku menangis. Aku bagai dibuat bodoh olehnya.
Aku membuka laci nakas ku dan mengambil buku diary ku. Hanya diary tempat aku menulis keluh kesah dan curhatan ku. Aku menumpahkan semua perasaan ku dengan coretan tinta pulpen di diary ku. Mungkin dengan menulis diary aku dapat lega.
Ddrrrrtttttt ddddrrrrrtttt ddddrrrrrrrttttttt
Handphone ku bergetar, mungkin SMS. Oh bukan tapi telpon dan yang membuat aku kaget dilayar handphone ku bertuliskan.
Tian Rese calling
Akupun bingung harus mengangkatnya atau tidak. “Untuk apa Tian telpon aku. Ahh sudah angkat saja.” gumam ku
*Ditelpon
Tian : Hallo
Aku : Iya hallo, ada apa lo telpon gue
Tian : Gak kenapa-kenapa sih, gue cuma mau pastiin kalau lo kenapa gak masuk sekolah
Aku : Kan lo udah tau alasannya, gue sakit
Tian : Iya gue tau, tapi tadi SMS gue gak dibales jadi gue pastiin lagi deh
Aku : Pengen banget apa SMS lo gue bales, alasan lo aja kali bilang aja mau telpon gue
Tian : Iya harus dong harus dibales. Woo ke PDan lo
Aku : Oya, absenin gue juga yah kalau gue sakit
Tian : Oke-oke beres. Sempet sembuh yah Ya, jangan lupa minum obat
Aku : Jangan sok perhatian deh
Tian : Gue ga perhatian Cuma ngingetin doang
Aku : Sama ajah itu mah
Tian : Terserah lo deh artikannya apa. Ayya jangan pernah nangis lagi.
Aku : Apa urusan lo ngelarang gue nangis
Tian : Gue gak mau lo itu hancur
Aku : Maksud lo?
Tian : Lo gak boleh nyiksa diri lo. Lo inget kenapa lo jadi sakit begini?
Aku : Itu bukan urusan lo
Tian : Ayya gue ngomong kayak gini karna gue…..
Aku langsung memutuskan telpon ku dengan Tian. Tidak tau kenapa aku menekan tombol off untuk menyudahi obrolan ditelpon. Mungkin karna aku kesal melihat tingkahnya yang sok perhatian dan menggurui aku. Aku paling tidak suka kalau masalh ku di campuri oleh orang lain. Apa lagi oleh Tian cowok yang sok tau itu. Tapi aku juga rada penasaran apa yang ingin diucapkan Tian. Ah sudahlah lebih baik aku istirahat saja.
~BERSAMBUNG~






Tidak ada komentar:
Posting Komentar