Ini adalah foto kucing kucing gue namanyan Achika dan Achiki, Chika yg kurus dan Chiki yg endut
Sabtu, 06 Juli 2013
Minggu, 02 Juni 2013
Kamu tau "genjer"?
Assalamualikum *jawab woy jawab kalo kaga gue bagel nih*
Hari ini my madam, emak gue maksudnya. Masak sayuran yang namanya ntu unik atau malah aneh. You know apa itu? Yups namanya adalah GENJER. Elo elo elo pada tau gak apa itu genjer, gimana bentuknya genjer. Pasti sebagian orang udah pada kenal sama sayuran yang satu ini, tapi ada juga lho yang gak tau spesies satu ini. Mungkin karna sayuran ini jarang yah buat dimasak. Gue juga awalnya ngerasa aneh gitu saat emak gue beli sayuran beginiian dan dimasak buat dimakan pula. Saat itu gue berfikir, emang ini genjer bisa dimakan? Emang genjer ada vitamin-nya? Emang genjer ga berbahaya atau beracun gitu? Pasti elo berfikiran yang sama kan sama gue, hayo ngaku??
Hari ini my madam, emak gue maksudnya. Masak sayuran yang namanya ntu unik atau malah aneh. You know apa itu? Yups namanya adalah GENJER. Elo elo elo pada tau gak apa itu genjer, gimana bentuknya genjer. Pasti sebagian orang udah pada kenal sama sayuran yang satu ini, tapi ada juga lho yang gak tau spesies satu ini. Mungkin karna sayuran ini jarang yah buat dimasak. Gue juga awalnya ngerasa aneh gitu saat emak gue beli sayuran beginiian dan dimasak buat dimakan pula. Saat itu gue berfikir, emang ini genjer bisa dimakan? Emang genjer ada vitamin-nya? Emang genjer ga berbahaya atau beracun gitu? Pasti elo berfikiran yang sama kan sama gue, hayo ngaku??
Senin, 27 Mei 2013
Kita Tidak Berjodoh Sayang :"(
Ini tanggal berapa? yup tanggal 27 . Hari yang gue nanti nanti dan tanggal yang sangat gue berharap dapat berita baik hari ini.
Sekitar pukul 3 sore, perasaan gue mulai ga tenang duduk melototin monitor sambil sekali-sekali melirik jam. Gue tunggu detik demi detik dan menit demi menit. Setelah jam yang ada dimonitor gue menunjukkan jam 16.00 wib. Gue langsung meluncur ke website http://snmptn.ac.id/hasil-seleksi . Nah lo sekarang udeh tau kan apa yg gue tunggu dan apa yang buat perasaan gue ga karuan. Yups gue nunggu HASIL SELEKSI SNMPTN ! Gue berharap banget lolos coy karna kalau gue lolos itu suatu kebanggaan karna masuk PTN jalur undangan. Dan pasti emak babe gue seneng banget punya anak kayak gue.
Jumat, 24 Mei 2013
What?? Hari Pengangguran Se Indonesia
Hari ini adalah KLIMAKS dari perjuangan gue selama hampir 3 tahun dan penentuan gue selama 4 hari kemaren perperang #ciela gaya. Cius lho dari semalem gue ga bisa tidur perasaan gue dag dig dug terus udeh kayak mau dilamar *abaikan*. Oke dari pada banyak cuap-cuap ga jelas gue langsung cerita aja yee
Rabu, 08 Mei 2013
Cerbung : Love Story No Perfect # Bab1
Buat yg hoby baca cerpen yukk silahkan dibaca cerbung pertama buatan gue. sebenarnya ini udeh pernah diposting di FB gue cuma buat nambah-nambah isi blog gue, gue posting aja dimari. Nyokkk dibaca keren loh kisahnya yah 75% trus story hhhehehehe
Spesial langsung 6Bab kebawah ampe ending.
cekiiiidoooootttt !!
Spesial langsung 6Bab kebawah ampe ending.
cekiiiidoooootttt !!
*Prolog*
Reyya Almavira Zatalini itu nama ku, karena nama ku sepanjang kereta api ekonomi jadi you can call me "AYYA" . Menurut ku itu nickname yg simple dan cute tapi masih ada juga yang panggil aku "REY"but so far no problem. Aku seorang gadis berumur 15 tahun yang selalu berangan-angan love story-ku seindah dan seromantis dongeng sebelum tidur seperti Cinderella, Sleeping Beauty, Alice Wonderland, etc... Dan bermimpi suatu saat nanti aku akan bertemu dengan seorang pangeran tampan berkereta kuda yang akan membawa ku ke Kerajaan Rasi Bintang dan hidup bahagia. Namun setelah berumur 15 tahun aku baru menyadari kalou itu hanya dongeng rekaan saja, dan prince charming hanya mau sama cewek-cewek cantik. Mana mungkin ada pangeran yang mau sama cewek jelek seperti aku. It's just impossible.
"Krrriiiinnggg...krriiiiinnggg...krriiiinnggg." bel pulang sekolah berbunyi. Sorak sorai penghuni kelas XI IPS 3 terdengar, wlopun sudah SMA tapi kelakuan masih seperti anak bocah. Bunyi bel pulang sekolah menghilangkan rasa kantuk seketika.
"Selesai sudah materi belajar hari ini, kita lanjutkan minggu depan. Selamat siang semua." Bu Erlina guru Geografi kami bergegas meninggalkan kelas. Hampir sebagian siswa telah meninggalkan kelas hanya aku dan Fella teman sebangku ku yang masih sibuk merapihkan tas.
"Aya, sebelum pulang temanin gue ke kelas IX IPS 5 yukk??" ajak Fella kepada ku
"Ok deh, emang mau ngapain Fel??"
"Gue mau balikin novelnya Eby Ya."
"Yaudah ayuk nanti keburu sore." Aku dan fela segera bergegas menuju kelas XI IPS 5 yang tidak jauh dari kelas kami.
“Feeellaaaaa......Aayyyyaaaaaaa......." terdengar suara memanggil aku dan Fella. Kami pun sontak meggeleng kebelakang bersamaan.
"Ada apa sih Ndra, sampai teriakan gitu" tanya Fella kepada Andra. Ternyata yang memanggil itu adalah Andra cowok sekelas kami. Ada apa yah kok Andra manggil gue sama Fella, ada dia mau ajak pulang bareng fikirku dalam batin
"Fel, gue minjam catatan Geografi loe dong, soalnya gue tadi gak sempat nyatet semua. Boleh yah??" pinta Andra memasang senyum cengengesan. Aku menatap hati hati matanya dan memperhatikan likukan bibirnya seperti ada sesuatu yang bergetar dihati ku.
"Gimana yah, soalnya besok lusa ada ulangan Geografi kan, nah itu bahannya dari catatan yang tadi kita catat. Lagian sih loe tidur mulu bukannya nyatet." omel Fella kepada Andra.
"Ngantuk gue makanya gue tidur habis BT dikelas tadi, ayolah Fel pinjamin gue, janji besok gue balikin." Andra memohon sebelah alisnya terangkat dan kini wajahnya sangat lucu. Cowok didepan ku ini memang tergolong bad boy seringnya ia tidur dikelas, tidak mengerjakan PR, bahkan pernah aku lihat ia sedang membolos di belakang sekolah waktu pelajaran sejarah. Tapi sebenarnya ia pintar, buktinya ketika kami diberi soal matematika hampir satu kelas kelabakan hanya dia dalam waktu kurang lebih 20 menit bisa menyelesaikan 15 soal yang menurut ku sangat dan sangat susah. Sifat culas, malas, dan masa bodonya membuat para guru menjadi kesal olehnya.
"Yaudah gue pinjamin, tapi besok loe harus bawa yah??" Fella. Sambil membuka tasnya dan menggambil buku tersebut untuk di pinjam Andra.
" Makasih yah Fella bawwell." goda Andra sambil mengambil buku tersebut. Seuntai senyum mengembang dibibirnya, aku suka namun bukan buat ku.
"Dasar Anndraa!!!" gerutu Fella sambil tersenyum dan merapikan tasnya kembali.
Aku yang sedari tadi berdiri disamping mereka merasa envy melihat kedekatan mereka. Kenapa sih Andra gak pinjam sama aku, toh pasti aku bakal senang hati pinjaminnya. Kenapa harus pinjamnya sama FELLA. Harus aku akui kalau aku …."
"Ayya, sorry yah gue jadi kacangin elo, yuk kita ke Eby nanti keburu pulang orangnya." ajak Fella kepada ku membuyarkan lamunan gerutu ku dalam batin tadi.
"Iya gak apa-apa yaudah yuk." Aku berjalan bersama Fella sejajar menuju kelas XI IPS 5. Ku simpan gusar ku dalam hati
..........................................................skip...............................................
Aku dan Fella sampailah di kelas XI IPS 5 yang hanya terhalang satu kelas saja dengan kelas kami. Aku dan Fella celingak-celinguk didepan pintu mencari Eby, tetapi Eby tidak ada.
"Ris, Eby udah pulang blom?" tanya Fella kepada Risma teman Eby sekaligus penghuni kelas XI IPS 5
"Gak tau deh, tapi tadi kata Eby dia mau sholat dulu di mushola, coba deh cari aja di musholah." ujar Risma kepada kami
"Thank's yah ris" ucap Fella dan kami langsung bergegas menuju musholah
..........................................................skip .....................................................
"Ayya, loe mau masuk gak?" tanya Fella sesampainya dimusolah.
"Gak ah loe aja, lagi juga gue lagi halangan."
"Yaudah loe tunggu situ dulu yah." Fella masuk ke dalam Musholah dan meminta ku menunggunya diluar.
Diluar sambil menunggu Fella aku masih saja memikirkan kejadian yang tadi. Jujur aku kesal melihat Andra meminjam buku kepada Fella. Bukannya aku tidak suka dengan Fella tapi karena aku memendam rasa kepada Andra yang membuat aku cemburu dengan kedekatan mereka. Kenapa setiap aku memendam rasa slalu saja ada halangannya, gak itu karena cowok yang aku suka naksir sobat ku sendiri atau malah sobat aku yang naksir cowok yang aku suka. Apes banget sih love story aku, ingin deh kisah cinta aku menjadi happy ending seperti novel-novel yang sering aku baca. Gak apes melulu seperti gini. Nasib nasib slalu buruk dalam hal asmara. Tanpa sadar aku mengutuki diri sendiri. Curhat.Terkadang aku pernah berfikir apa aku gak boleh JATUH CINTA.
"Sorry Ayy gue kelamaan yah." Fella datang menghampiri.
"Gak juga kok, yaudah yukk pulang." Aku dan Fella bergegas pulang, rumah kami tidak berdekatan tetapi searah, karna itu aku dan Fella selalu pulang bersama.
”Assalamu’alaikum, mah Ayya pulang.” Sampai dirumah aku mengetuk pintu rumah sambil mengucap salam.
“Wa’alaikumsalam, kok pulangnya telat Ayy?” Mama ku membuka pintu dan langsung menanyaiku karena aku pulang sekolah terlalu kesorean. segera aku cium tangan mama.
“Tadi Ayya temani Fella antarin buku ke temannya mah.” jawab ku dengan raut muka agak malas.
“Yasudah ganti baju mu terus habis itu makan yah sayang.” seru mama ku dengan penuh kasih.
“Iya mama ku yang cantik.” Aku mencium pipinya lalu tersenyum dan segera menuju kamar ku.
Sampai di kamar aku langsung melempar tas sekolah ku keatas tempat tidur, dan merebahkan tubuh ku diatas kasur lalu menutup seluruh wajah ku dengan bantal kesayangan.
“Huuh kenapa sih gue masih kepikiran kejadian yang tadi ajah. Apa pentingnya lagi! Udah dong lupakan...lupakan…” aku berucap pada diriku sendiri.
Tiba-tiba aku mulai mengingat masa lalu ku. Ketika aku kelas 6 SD aku pernah menyukai seseorang, dan aku sangat senang ketika dia dekatin aku. Itu pertama kali aku rasa kan suka dengan lawan jenis. Tapi ternyata sahabat aku juga menyimpan rasa dengan dia. Terpaksa aku mengalah dan menjauh dari dia karna sahabat ku, aku gak mau sahabat ku patah hati. Hal sebaliknya terjadi waktu aku kelas 1 SMP. Aku memendam rasa dengan seorang cowok tetapi cowok yang aku sukai malah menyukai sahabat ku. Rasanya sakit tapi bagaimana pun aku gak mungkin egois. Sama halnya dengan ketika ku kelas 3 SMP aku mengalami persis kejadian waktu kelas 6 SD. Kemudian sekarang aku pun mengalami kejadian yang sama dengan kejadian waktu ku kelas 1 SMP. Love story ku seperti Déjà vu yang terus membayangi ku. “Sampai kapan dua kejadian itu berulang-ulang kembali dalam love story ku??” aku bertanya pada diriku sendiri.
“Aaarrrggghhhhhh!!!!!!!!!” saking kesalnya aku tak sadar berteriak.
“Kenapa sih sayang kok teriak-teriakan??” Suara mama mengagetkan ku. Mungkin karena teriakan ku yang cukup keras sehingga mama panik dan kekamar ku untuk melihat kondisi ku.
“Gak kenapa-kenapa kok mah, tadi cuma ada kecoa.” Jawab ku ngasal.
“Kirain ada apa bikin mama panik saja kamu. Masa sama kecoa aja takut, gimana mau jadi dokter” Mama meledek ku sambil tersenyum jenaka.
”Ah mama wajar lah takut sama kecoa. Kecoa itukan makhluk paling busuk lagian siapa juga yang ingin jadi dokter, cita-cita aku kan jadi jurnalis” Aku memonyongkan sedikita bibirku membalas ladekan mama.
“Yasudah makan dulu sana.” Seru mama.
Aku pun langsung menuju ruang makan karna cacing-cacing dalam perut ku sudah mulai berdemo.
..........................................................skip.............................................
Malam ini aku termenung sendiri di kamar hanya di temani alunan lagu Dealova by.Once yang ku putar dari MP3 player ku. Sambil melamun terselip harap ku kepada angin malam agar dia memikir kan ku. Ada sesuatu yang berbeda dihati ku. Aku jatuh cinta, entah dari kapan namun hanya cinta dalam hati.
aku ingin menjadi mimpi indah dalam tidurmu
aku ingin menjadi sesuatu yg mungkin bisa kau rindu
karena langkah merapuh tanpa dirimu
oh karena hati tlah letih
kau seperti nyanyian dalam hatiku
yg memanggil rinduku padamu
seperti udara yg kuhela kau selalu ada (lirik lagu DEALOVA)
Ku lihat jam weker ku menunjukkan pukul 22:26, walaupun sudah larut malam tapi mata ku susah untuk dipejamkan. Ku berjalan menuju jendela dan menatap langit yang gelap gulita sepertinya sebentar lagi akan turun hujan. Langit pun mendengar suara hati ku. Aku mengambil buku diary ku, hanya diary teman curhat setia ku. Tangan ku mulai menulis di lembar diary ku.
Dear diary
Mencintai seseorang diam-diam itu ternyata sangat menyakitkan. Ada rasa yang ingin diucap tetapi susah untuk diungkapkan. Apalagi ternyata seorang yang aku cinta mencintai cewek lain dan itu sahabat ku. Aku sadar aku munafik, di bibir ku tersenyum tetapi batin ku menangis.
Aku benci tapi aku cinta, aku luka tapi tak berdaya
DIANDRA PRASETYO
Pertama kali ku jumpa dengan mu, mata ku terpaku melihat senyum simpul mu. Senyum yang gak akan pernah ku lupa. Sejak saat itu lah kamu tlah menarik hati ku. Namun aku tau aku gak bisa memiliki senyum mu, karna bayangnya ada pada mu. Ku gak tau kenapa semua ini terjadi. Aku gak menyalakan mu dan aku juga gak menyalakan dirinya. Gak ada yang harus dipersalahkan. Tapi aku ingin kamu tau kalo aku suka kamu membiarkan rasa ini bahagia walou cuma sebentar. Mungkin cintanya harus pergi sebelum ketibaan
Seperti lagu UngU Cinta Dalam Hati
> Mungkin ini memang jalan takdir ku, mengagumi tanpa dicintai. Tak mengapa bagi ku asal kau pun bahagia dalam hidup mu. Tak mengapa bagi ku mencintai mu adalah bahagia untukku.........
"Hoooaaaammm.........." aku mulai merasakan ngantuk dan segera aku merebahkan badan ku dikasur, tak lupa ku membaca doa. Dan ku berucap dalam hati "Selamat tidur Diandra Prasetyo, cinta dalam hati ku." sambil tersenyum berharap aku akan memimpikan dia malam ini.
..........................................................skip......................................
Aku berjalan melintasi koridor kelas menuju kelasku yang berada di lantai dua. Sampainya dikelas aku melihat Fella dan Andra sedang asyik mengobrol dan bercanda. Perasaan ku bertambah sakit melihat mereka berdua. Tapi aku gak boleh menunjukkan perasaan ku ini. Aku mencoba tegar dan memasang raut wajah seperti tidak terjadi apa-apa. Aku mulai memberanikan diri menghampiri mereka.
"Hai Fell, hai Ndra." aku menyapa mereka disisi meja.
"Hai juga Yya." balas mereka besamaan
"Ciiee kayaknya ada yang lagi PDKT nih." aku meledek mereka sambil memincingkan mata ku. Padahal sebenarnya hati ku sedih. Benar kata orang dalam kata “cie” ada cemburu. Aku menaruh tas ku diatas meja dan duduk di kursi sebrang.
"Gak kok, kita cuma lagi ngobrol aja." ujar Fella menatap Andra lalu dibalas senyum. Senyumnya lagi aku suka tapi bukan senyum kepada dia.
"Kalo iya juga gak apa-apa kali kan lumaya gue bisa dapat PJ (Pajak Jadian)." aku menggodanya lagi sambil sedikit tertawa
"Makanya doain kita Yya biar jadian." Andra mulai bicara sambil mengedipkan matanya kearah Fella lalu tersenyum nakal.
"Apasih Ndra." Fella mulai malu-malu menatap Andra. Sepertinya atmosfernya sudah tidak enak. Mendengar perkataan Andra hati ku serasa teriris-iris ingin rasanya ku ingin menangis. Tapi ku tahan, ku tak mau mereka tau perasaan ku. Aku juga tak ingin menyakiti perasaan sahabat ku FELLA. Mereka sangat serasi pasangan yang cocok.
Aku berniat keluar kelas meninggalkan mereka, aku takut gak kuat menahan air mata ku ini. Aku beranjak dari kursi. "Fell, Ndra gue keluar dulu yah." ucap ku kepada mereka dan aku langsung keluar kelas meninggalkan mereka yang masih asyik bercanda.
~BERSAMBUNG~
Cerbung : Love Story No Perfect # Bab 2
Author : Olivia Resty Amallia
Ternyata benar aku gak kuat menahan air mata ku ini. Aku belari ke lantai empat dan duduk di pojokkan samping ruang Labotarium Kimia. Dilantai empat ini memang cukup sepi karna hanya beberapa ruang labotarium dan ruang gudang. Namun tak ada rasa takut sedikit pun karna disinilah tempatnya aku menyendiri dan menenangkan batin ku. Air mata ku deras membasahi pipi ku dan aku menangis sejadi-jadinya disitu.
"Gue gak pantas nangis kayak gini karna gue gak ada hak apa-apa sama hubungan kalian gue juga gak punya hak untuk jealous sama Andra. Ini konsekwensi yang harus gue jalanin karena gue sendiri yang nyimpan rasa cinta diam-diam. Bodoh...gue...bodoh!" ucap ku lirih bahkan terdengar serak.
"Reyya, loe ngapain duduk disitu?" seorang cowok mengagetkan ku. Sosoknya tepat dibelakangku. Buru-buru ku hapus air mata ku dengan rok abu-abu ku.
"Lah loe sendiri ngapain disini." tanya ku kepada cowok itu.
"Ni orang ditanya kok balik tanya.” celetuk cowok itu yang tak lain adalah Tian teman sekelas ku dan teman akrabnya Andra. Ia mengambil posisi tepat sejajar dengan ku.
“Gue tadi disuruh Pak Munsif anterin buku ke perpus. Terus gue ngeliat ada loe disini yaudah gue datangin. Emang loe lagi ngapain? Loe sendrian disini? Mata loe kok merah? Loe habis nangis yah? Pasti loe ada masalah?” celoteh Tian yang menyerang ku dengan bertubi-tubi pertanyaan yang membuat ku kesal.
“Udah kayak polisi loe banyak tanya!” omel ku kepada Tian dengan ekspresi wajah yang jutek dan masam.
“Sorry sorry habis gue bingung ngapain loe disini sendirian. Yaudah jangan cemberut lagi makin asem tuh muka.” ledek Tian menoyor lengan ku.
“Ketek loe tuh yang asem!” aku membalasnya dengan kesal. Malah hampir keluar mata ku.
“Enak ajah ketek gue mah wangi, mau cium loe?” Tian mendekatkan tubuhnya kearah ku. Aku pun mundur selangkah hingga tertabrak tembok dibelakangku. Aku langsung mendorongnya kemudian menginjak kakinya. “Apa sih gak lucu tau!” Aku memarahinya saking kesalnya dengan ulah konyol Tian.
“Iya iya maaf, habisnya muka loe kusut banget, gue kira kan itu bisa ngehibur loe.” Ujarnya sambil tersenyum dikulum.
“Niat loe sih baik tapi caranya ngeselin” Aku menatap lekat kewajahnya bicara ketus.
“Kan gue udah minta maaf, loe ada masalah yah?” tanya Tian kepada ku. Kini ekspresinya menunjukkan keseriusan.
“Gak, gue gak kenapa-napa.” sahut ku mengelak. Aku membuang muka dari tatapannya untuk menyangkal apa yang terjadi pada diriku.
“Gak mungkin kalo gak ada apa-apa tuh mata kenapa merah pasti habis nangis kan?” Terus saja Tian menanyaiku. Malah kini ia memegang dagu ku pelan dan didekatkan pada wajahnya. Mata kami pun bertemu dan sedetik kita saling tatap.
“Mata gue kelilipan.” Jawab ku asal ceplos. Menghindar dari sorotan matanya yang tajam.
“Kelilipan apa nangis??” Tian masih saja tak berhenti menggodaku ku dengan pertanyaannya yang benar-benar membuat ku jengkel.
“Kenapa sih loe pengen tau ajah. Kalo pun gue ada masalah gak ada urusannya sama loe.” Suara ku mendadak tinggi.
“Yeee, ngambek. Sorry Ayy gue gak maksud ikut campur kok. Udah dong jangan ngambek lagi nanti manisnya hilang loh.” Goda Tian sambil mengedipkan matanya yang lucu.
“Emang gue manis??” aku bertanya pada Tian. Kini aku yang menatap matanya. Sebenarnya aku tidak berani tapi tanpa sadar aku melakukannya.
“Em….emmm udah deh jangan GR.” Tian sepertinya salah tingkah dengan pertanyaan ku. Ia menggaruk-garuk tengkuknya. Ekspresinya terlihat seperti orang bingung, dan sangat lucu. Aku tersenyum kepadanya, Tian Ariesta Putra teman sekelas ku yang jahil dan menyebalkan. Tian mempunyai sesuatu yang berbeda yaitu matanya. Mata yang hitam bulat dan menusuk membuat setiap yang menatap matanya terhipnotis sejenak. Sorot matanya seakan mampu membaca pikiran dan mengartikan apa yang terjadi disekelilingnya. Sikapnya yang ramah dan sangat friendly itu yang mampu membuat hati sebagian cewek disekolah takluk padanya. Namun dari semua cewek yang mendekatinya tidak ada satupun yang ia pilih untuk menjadi pacar. Menurut ku Tian adalah seorang cowok yang sulit untuk jatuh cinta. Kehadirannya disaat ku sedang kalut begini sebenarnya menghidur karna membuat ku sedikit lupa oleh sikap konyolnya. Tapi yang tidak ku suka ia hadir tiba-tiba dan bersikap sok tau. Andai yang saja Tian itu Andra mungkin aku akan bahagia.
“Kita ke kelas yuk?” ajakku pada Tian
“Loe mau masuk kelas jam segini? Bisa-bisa loe dijemur sama Buk Ningsih.”
“Dijemur kenapa??, emang gue ikan asin?” tanya ku.
“Liat jam berapa nih.” ujar Tian sambil menunjukkan jam tanggannya kearah ku yang menunjukan pukul 07: 45.
“Kok cepet banget sih? Jam loe rusak kali, kayaknya gue belom denger bell deh.” Aku masih tak percaya kalo ini sudah jam 07:45.
“Enak ajah jam gue di bilang rusak, jam mahal nih.” sambil memamerkan jam tanggannya. “Emang loe gak denger bell tadi? Waduh harus dikorekkin tuh kuping?” ejeknya pada ku.
“Iya ntar gue korekkin pake linggis.” Sahut ku kesal. “Terus sekarang kita harus gimana? disini aja gitu.” tambah ku lagi.
“Yah gitu, kita nunggu disini sambil jam pelajaran ke dua. Loe tau kan Buk Ningsih tu guru paling Killer, dia gak suka sama muridnya yang datang terlambat bisa-bisa kita berdua dijemur di lapangan.” celotehnya. Tian mengadahkan wajahnya ke wajah ku.
“Huuh malasin deh, disini nunggu berdua sama loe cowok paling nyebelin seantero jagat raya.” Seru ku sambil mencibir kearah Tian.
“Seharusnya loe bersyukur bisa nunggu bareng cowok yang super zuper duper ganteng, keren, cute dan manis kayak gue.” Godanya pada ku sambil menaikkan kerah bajunya dan mengklimiskan rambutnya.
Aku pun tertawa melihat tingkah lakunya yang lucu. Walaupun hadirnya Tian mendadak mengagetkan ku dan membuat ku jengkel dengan pertanyaan-pertanyaannya. Tapi berkat Tian aku bisa tersenyum melupakan masalah ku.
*** skip *** skip *** skip*** skip *** skip *** skip*** skip *** skip *** skip*** skip *** skip *** skip
Tak terasa bell pelajaran ke dua berbunyi aku dan Tian segera bergegas masuk kelas untuk mengikuti pelajaran. Ini kali pertamanya aku membolos, apalagi membolos dengan ditemani Tian yang gokil sekaligus nyebelin. Di kelas aku bersikap seperti biasa seakan tidak ada masalah yang mengganjal dihati ku. Tapi aku takut Fella tau kalau mata ku merah habis menanggis tadi. Bisa-bisa Fella akan banyak tanya seperti yang tadi dilakukan Tian.
“Ayya tadi loe kemana ajah sih kok baru dateng?” serobot Fella. Padahal aku baru duduk dan masih ngos-ngosan mulai mengatur nafas.
“Tadi gue habis dari toilet biasa panggilan alam (BAB) perut gue tadi serasa melilit sakit banget .” jawabku ngasal. Mungkin ini alasan yang basi tapi gak apalah, semoga saja Fella percaya. Fella ketawa geli mendengar alasan ku. Mungkin buat Fella alasan ku ini lucu karena aku menghabiskan waktu berjam-jam sampai membolos jam pelajaran hanya untuk ke toilet.
“Fell, tadi pelajaran Buk Ningsih ngapain? Terus ada tugas gak? tanya ku mengalihkan topik pembicaraan. Aku mengambil buku ku dan mulai membuka halamannya..
“Iya tadi Buk Ningsih kasih tugas di LKS halaman 13 sampai esai bagian C. Karena banyak yang belom selesai jadi di kumpulkan besok." ujar Fella
“Ooh gitu, yaudah thank’s yah.” ucap ku sambil menandai tugas yang diberikan Buk Ningsih di LKS.
Sudah 15 menit bell jam pelajaran kedua berlalu tetapi Mrs. Aniek guru Bahasa Inggris belum juga datang. “Sepertinya hari ini Mrs. Aniek gak masuk deh. Kalopun telat gak mungkin karena dia termasuk guru yang ontime.” Pikir ku dalam hati
“Perhatian Mrs. Aniek gak masuk dikarenakan sakit, kita dikasih tugas mengerjakan soal latihan di buku paket halaman 29.” Ujar Gilang sang ketua kelas didepan. Seperti biasa kelas ku selalu berisik jika ada guru yang tidak masuk walaupun sudah di beri tugas. Kelasku berubah menjadi pasar sebagian ada yang ngerumpi, bercanda, main handphone, bahkan nyanyi-nyanyi gak jelas.
“Ayya gue mau curhat sama loe? Boleh gak?” Fella menegur ku yang sedang asyik melihat kelakuan teman-teman ku.
“Boleh, emang mau curhat apa?” tanya ku santai.
“Tentang Andra.” ucap Fella sambil tersenyum semu. Sontak aku pun kaget mendengarnya, ternyata benar Fella juga menyukai Andra. Rasanya hati ku perih teramat sangat.
"Ciiieeeee, bentar lagi ada yang jadian, makan geratis dapat PJ." Aku menggodanya dengan suara keras sambil tertawa tepaksa. Membohongi perasaan ku.
"Ayya jangan kenceng2 ngomongnya malu tau gue." Fella menutup mulut ku dan melirik kanan kiri melihat situasi. Untung saja tidak ada yang mendengar karna kegaduhan kelas. Ku lihat wajah Fella memerah seperti udang rebus.
"Ooupps sorry." kata ku sambil cengar-cengir.
"Gini Ayy, Minggu-mingggu ini si Andra SMS gue melulu, tapi dia SMSnya gak kayak biasanya." ucap Fella setengah berbisik.
"Gak biasanya gimana maksudnya?" Aku mulai penasaran.
"Andra SMSnya agak perhatian gitu Ayy, nanya udah makan belom, udah mandi belom, jangan lupa sholat, gitu-gitu deh. Tadinya gue anggap biasa ajah tapi hampir tiap hari gak pagi, siang, sore, malam Andra SMS gue sok perhatian gitu. Pokoknya beda banget sama waktu disekolah." ujar Fella.
"Biasanya kalo cowok sudah perhatian gitu. Tandanya tu cowok suka sama loe." jawab ku sok tau.
"Emang iya Ayy? ntar gue kePDan lagi." katanya.
"Yah elo nanggapinnya jangan heboh, biasa aja tapi loe terus pantau sampai mana dia perhatian sama elo." Aku menarik nafas dan mengatur mimik wajah ku agar tak terlihat sedih.
"Oke, Than's yah sarannya." Fella tersenyum pada ku.
"Loe suka yah sama Andra?" tanya ku spontan. Setelah mendengar pertanyaan ku wajah Fella sontak merubah terlihat gugup. "Iya sih tapi loe jangan bilang siapa-siapa yah. Gue masih malu." ucap Fella. Fella memang tidak pernah bisa menyimpan setiap apa yang ia rasakan sendiri. Ia slalu menceritakannya padaku dan Fella sangat mempercayaiku.
Jeegeerrr!!!!!! Rasanya hati ku tersambar petir aku masih belum bisa menerima keadaan kalo ternyata sahabat ku juga suka sama cowok yang aku impikan. Tapi Fella itu sahabat terbaik ku aku harus bisa merelakannya. Toh Andra juga mencintai Fella bukan mencinta aku. "Aku harus tegar, gak boleh cengeng. Don't cry Ayya." aku berkata dalam hati.
"Slow wae Fell, gue gak ember kok." jawab ku sambil tersenyum-senyum terus menggodanya.
"BERISIK SEKALI KALIAN. PELAJARAN APA SEKARANG?" Pak Siregar datang mengagetkan kami semua.
"Pelajaran Bahasa Inggris pak, tapi Mrs. Aniek gak masuk jadi kami hanya diberi tugas." jawab Gilang terbata-bata.
"KALIAN SUDAH DIBERI TUGAS TAPI KENAPA MASIH BERISIK. KERJAKAN TUGAS KALIAN AWAS KALO BAPAK MASIH MENDENGAR KELAS INI BERISIK LAGI. BAPAK HUKUM KALIAN!!!" suara Pak Siregar lantang membuat kami sekelas ketakutan. Tubuhnya yang gemuk, kumisnya yang tebal dan suaranya yang berat juga lantang membuat namanya masuk list guru ter-killer. Kelas yang tadinya berisik menjadi sunyi , semua siswa terlihat sedang serius mengerjakan tugas yang telah di berikan. Hanya aku yang masih diam tidak mengerjakan. Pikiranku kalut, hatiku remuk, batinku menangis, ingin rasanya aku berteriak.
*** skip *** skip *** skip*** skip *** skip *** skip*** skip *** skip *** skip*** skip *** skip *** skip
Bell pulang sekolah pun tiba. Aku bergegas merapikan buku dan tas, ku ingin segera pulang kerumah. Hari ini gak ada satu pelajaran pun yang nyangkut ke otakku. Kepala ku rasanya berat sekali dan badan ku rasaya lemah.
"Fell, cepetan pulang yuk? gue gak enak badan nih." ajak ku.
"Sorry Ayy, gue hari ini gak bisa pulang bareng loe,soalnya tadi Andra bilang mau ajak gue pulang bareng. Gak apa-apa kan Yya?" ucap Fella pada ku dengan raut muka memohon.
"Ooh yaudah gak apa-apa. Gue balik sendiri ya." kata ku pelan
"Sorry banget yah Ayy, hati-hati yah." gumam Fella
"Iya gak apa-apa, Byee...." sahut ku. Aku mengambil tas ku dan bergegas keluar kelas meninggalkan Fella yang masih berada dikelas. Aku benar-benar kehilangan mood ku, badan ku lemas. Hati ini menjerit, manangis namun tak ada seorang pun yang mendengar. Batin ku pedih tersayat-sayat menggores luka yang amat pahit. Perasaan ku campur aduk seperti ketoprak namun kalo ketoprak rasanya enak tapi hati ku kecut rasanya..
Aku berlari meninggalkan sekolah, terus belari dan berlari tanpa arah yang ada dipikiran ku hanya ingin meninggalkan kenyataan ini. Sampai ku berhenti karena kepala ku pusing dan tubuh ku sempoyongan seperti orang mabok. Aku pun menangis sekencangnya gak sanggup untuk membendung air mata ku ini, yang dengan seketika bocor. Tiba-tiba rintikan hujan mulai turun dan menjadi lebat. Air hujan mengguyur tubuh ku, seragam ku pun basah. Tubuh ku menggigil kedinginan bibir ku bergetar namun hati ku tetap panas. Dinginnya air hujan tak dapat mendinginkan hatiku yang berkecamuk.
"Kenapa gue gak bisa raih kebahagiaan gue?? Kenapa gue gak bisa bersama orang yang gue cintai?? Kenapa harus Fella yang dicintai Andra?? Kenapa bukan gue?? Tuhan gak adil!!! Gue benci semua ini!!! Gue benci..........!!!" Aku menjerit tak kuasa menahan sesak didada. Ku keluarkan semua beban perasaanku dengan menangis. Aku memang cengeng yah aku cengeng dan itu yang aku sesali dari diri ini. Sekujur tubuh ku telah basah kuyup aku menangis ditengah hujan yang deras. Suara petir menjelegar tak bisa lagi ku dengar yang kurasa hanya jeritan batin. Kaki ku tak dapat menahan lagi berat tubuh ku dan aku pun jatuh tersungkur di tanah. "Aku ingin pulang!!" itu lah yang ada dibenakku saat ini. Namun tubuhku sangat lemah kaki ku tak sanggup lagi untuk berdiri. Aku membiarkan air hujan turun membasahi tubuh ku yang lemah ini kepala ku sangat berat dan pusing.
"Reyya elo ngapain disini?" sesosok tubuh laki-laki datang menghampiriku namun aku tak dapat mengenali wajahnya karna aku hanya melihatnya samar-samar tapi aku dapat mengenali suaranya yang khas, mungkin itu Tian. Laki-laki itu membantu aku bangkit, tubuh ku menggigil dan terus menangis.
"Ya ampun baju loe basah gini, yaudah kita neduh dulu." katanya sambil memapah ku disebuah pondok tak jauh dari kompleks rumah ku.
"Loe kenapa sih Ayy?? Badan loe sampai menggigil gini. Fella mana??" Aku setengah sadar ku lihat matanya. Ekspresi Tian tampaknya ia sangat cemas dengan kondisi ku. Badan ku terus bergetar karna dingin. Lalu ia melepas jaket jeans-nya kemudian memakaikannya ketubuh ku. Aku hanya diam saja menerima perlakuan baiknya.
“Ay, elo tau gak sih apa yang elo lakuin itu bisa buat elo sakit?” ucap Tian setengah marah
"Apa urusan loe!" jawabku ketus. Aku menyingkirkan jaketnya dari punggung ku.
"Gue emang bukan siapa-siapa loe, tapi gue tau perasaan loe. Memang sakit menyimpan rasa cinta diam-diam." ujar Tian. Kali ini Tian marah melihat sikap egois ku. Diraih jaketnya lalu memakaikannya kembali ke tubuh ku.
"Maksud loe apa??!" aku bertanya dangan nada berat. Mengadahkan wajah ku kedepan wajahnya.
"Gue tau elo jelous dengan kedekatan Andra dan Fella karena elo cinta sama Andra." jawab Tian. Aku kaget mendengar jawaban Tian, karena aku gak pernah cerita tentang perasaanku kepada siapa-siapa terutama kepada Tian.
"Apa?? Gue Cinta sama Andra?? gak banget. Apalagi jelous sama mereka. Sok tau banget sih loe!!! Omel ku pada Tian. Aku mencoba mengelak dari kebenaran yang diucapkan Tian.
"Kok Tian bisa tau perasaan gue? Tian tau dari mana yah kalo gue cinta sama Andra dan gue cemburu sama kedekatan Andra dan Fella." pikir ku dalam hati. Semenit kita saling diam aku dengan pikiran masing-masing.
"Gak usah bohongin perasaan elo Ya. Mata elo sendiri yang menunjukakannya." Tian mulai bicara serius.
"PERSETAN,, peduli apa loe sama gue??!!" Aku ngamuk dan membentak Tian.
"Gue peduli sama loe Ayy, karna gue ..." tiba-tiba Tian berhenti berkata sambil menghela nafas.
"Karna loe apa hah?? Loe seneng ngeliat gue menderita kayak gini??" ucap ku lirih.
"Maksud gue bukan itu Ayy. Yasudah lupakan." gumam Tian "Ayya kita pulang yuk?" sambungnya. Tian merangkul bahu ku mengajak pulang.
"Loe pulang aja sendiri, gue masih mau disini." bentak ku padanya melepaskan rangkulanya.
"Loe jangan nyiksa diri loe sendiri Yya, mana mungkin gue ngebiarin loe disini dengan kondisi kayak gini. Apa lagi hujan masih deras." ujar Tian pada ku matanya berubah menjadi tajam.
"Jangan sok perhatian deh sama gue." sahut ku jutek aku menunduk tak berani melihat wajahnya.
"Emang salah kalo gue perhatian sama elo? Ok gue emang bukan siapa-siapa loe tapi niat gue baik Yya. Ngapain sih loe nyiksa diri loe kayak gini. Apa untungnya buat loe? Yang ada bikin loe tambah tersiksa. Loe nangis sekenceng-kencengnya, loe teriak sekuat-kuatnya disini. Apa Andra bakal denger?? gak kan? Semua ini gak bakal ngerubah keadaan, malah bikin hati loe tambah sakit. Kalo elo mau ngerubah semuanya, loe datangin Andra loe bilang kalo loe cinta sama dia dan elo datangin Fella loe bilang loe cemburu sama dia! Jada ngapain loe disini aja." Tian berdiri dan memarahi ku seperti memarahi anak kecil. Nada suaranya berat namun teratur. Aku tertunduk lesuh merenungkan kata-kata Tian tadi, bibir ku diam seribu bahasa. Aku gak dapat membalas kata-kata Tian, memang benar apa yang dikatakan Tian. Aku menyesali sudah memarahi Tian.
"Aya sorry yah, gue gak maksud buat kasar sama loe." Suara Tian meredup kembali wajahnya tidak setegang tadi ia kembali duduk di sebelahku.
"Gak apa-apa Ian, loe bener kok buat apa gue kayak gini cuma nyiksa badan gue." ucap ku pelan masih menunduk.
"Syukur lah kalo loe sudah menyadari semua. kita pulang yuk? Hujannya sudah agak reda." Ajak Tian pada ku sambil memapah tubuh ku menuju mobil Honda Jazz hitam miliknya. Aku diam dan mengikutinya saja.
Cerbung : Love Story No Perfect # Bab 3
Author : Olivia Resty Amallia
Didalam mobil aku dan Tian saling diam. Tak ada yang memulai bicara. Aku masih memikirkan ucapan Tian tadi. Mungkin juga sama halnya dengan Tian. Sesaat kemudian mobil Honda Jazz hitam milik Tian berhenti didepan rumah ku. Segera Tian membopong tubuh ku yang lemah menuju pintu rumah ku. Tian mengetuk pintu rumah ku dan mengucap salam.
"Permisi, Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumsallam." mama ku membukakan pintu dan kaget melihat kondisi ku yang basah kuyup dengan seragamku yang kotor, wajah ku yang pucat pasi seperti mayat hidup, dan tubuh ku lemah gak berdaya.
"Astagfirullahalhazim, kamu kenapa nak?" tanya mama panik.
"Tadi Ayya pingsan buk, mungkin karena kehujanan dan kurang enak badan jadi badannya lemah." Tian menjawab pertanyaan mama ku.
"Yasudah tolong bawa kekamar yah nak." pinta mama ku pada Tian. Segera Tian menggendong ku menuju kamar ku. Tubuh ku direbahkannya diatas kasur dan langsung diselimuti oleh Tian. Ku lihat wajah mamah panik sambil membawakan ku teh manis hangat. Tian masih disebelah ku pakaiannya basah tapi tidak sebasah seperti ku. Aku tau ia sangat kedinginan, sungguh tak enak hati aku padanya. Ia sudah menolongku tapi tadi aku bersikap kasar padanya. Ku lihat wajahnya yang tirus memancarkan kelembutan dan ketulusan. Tapi tidak seistimewah Andra. Memang Andra yang dapat membuat hati ku tertarik.
“Ayya gue balik dulu yah sudah sore.” ucap Tian berpamitan sambil meraih tas-nya.
"Thank's yah Tian loe udah tolangin gue. Maaf tadi gue berkata kasar sama lo." ucap ku sebelum Tian pergi keluar kamar. Tian hanya membalas dengan senyuman khasnya yang berlesung pipit. Lalu dia pulang berpamitan pada mama ku. Terdengar suara deru mobil honda Jazz milik Tian meninggalkan halaman rumah ku.
Aku bangun dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk membersihkan badan dan mengganti pakaian ku yang basah kuyup. Tiba-tiba handphone ku berdering ku lihat layar HP ku satu pesan masuk. Langsung ku buka message tersebut dan ternyata dari.
Sender : Andra
Hay Ayya..
Ganggu gak nih??
Ternyata Andra yang SMS, aku setengah kaget dan gak percaya kalau ni SMS dari Andra. Aku segera membalas SMS Andra.
To : Andra
Hay juga Ndra.
Gak ganggu kok, tapi tumben SMS gue?.?
Aku membatalkan niat ku untuk mandi, ku taruh handukku di atas tempat tidur dan duduk di samping tempat tidur menunggu balasan SMS dari Andra. Jujur aku senang banget Andra SMS aku, dan ini pertama kalinya Andra SMS aku duluan. Biasanya aku yang SMS Andra dengan alasan menanyakan tugas sekolah ataupun hanya isang mengirimi Andra draft. Tapi aku senang walau cuma mengobrol lewat SMS saja, karena aku gak pernah berani untuk ngobrol dengan Andra secara langsung. Tak lama setelah itu hp ku bergetar satu pesan baru.
Sender : Andra
Emang gak boleh yah SMS loe Ayy??
Cuma mau tanya kabar loe aja, hehehe
Btw loe lagi ngapain??
“ Apa?? Andra SMS gue Cuma mau tanya kabar gue. Gak mungkin! Pasti ada maunya ni orang.” Ucap ku sendiri. Aku pun langsung membalas.
To : Andra
Gue lagi santai aja, tadi sih niatnya mau mandi.
Kalo loe lagi apa?
Ehmm… gak mungkin kalo loe SMS gue mau tanya kabar,
Pasti ada ujung2nya nih??
Handphone ku bergetar lagi, pasti ini balasan dari Andra.
Sender : Andra
Gue lagi SMSan sama loe kan,, hehe
Loe blom mandi pantesan baunya sampai sini, hehe
“Ni orang ngeselin banget sih, masa iya gue belom mandi baunya sampai sana? Ada-ada saja Andra” pikir ku. Aku mulai mengetik SMS balasan Andra sambil senyam senyum sendiri.
To : Andra
Gak mungkin gara2 gue blom mandi baunya sampai sana!
Paling itu bau badan loe, hehe
Oya, pertanyaan gue blom dijawab ada apa loe SMS gue?
Tak lama Andra membalas.
Sender : Andra
Ahaha iya gue juga blom mandi kok :’)
Iya sih sebenarnya ada maksud lain gue SMS loe
gue mau tanya tentang kesukaan Fella??
“Tu kan benar, gak mengkin Andra SMS gue buat nanya tentang gue. Pasti ada maksud lain PD banget sih gue!!! Aaarrgghh! Tapi ada apa yah Andra tanya kesukaan Fella.” Gerutu ku. Aku makin penasaran untuk apa Andra menanyakan tentang kesukaan Fella. Aku membalas SMS nya lagi.
To : Andra
Emang ada apa Ndra loe tanya tentang kesukaan Fella, kenapa gak loe tanya ke Fella langsung??
Balasan SMS Andra.
Sender : Andra
Ada yang pengen gue cerita sama loe, tapi jangan kasih tau siapa2 terutama Fella.
JANJI???
Aku semakin tambah penasaran.
To: Andra
Iya deh gue JANJI, tapi loe cerita yah??
Tak lama kemudian balasan Andra
Sender :Andra
Ayya, jujur sebenarnya gue suka sama Fella, Gue mau
kasih dia kejutan sambil nyatain perasaan gue ke Fella
Menurut loe gue kasih apa yah??
Makanya itu gue tanya kesukaan Fella sama loe. Kan kalian sahabatan..
Aku kaget membaca SMS Andra, ini jawabannya kenapa Andra SMS aku. Ternyata Andra hanya ingin tanya kesukaan Fella bukan tanya tentang aku. Dan yang lebih parah aku orang pertama yang tau rencana Andra nembak Fella. Tak terasa air mataku merembas membasahi wajah ku. Aku langsung membanting HP ku ke kasur dan duduk dilantai sambil memeluk lutut.
“Loe jahat Ndra, Loe JAHAT!” Jerit ku lirih sambil terisak dalam tangis. “Kenapa loe harus cerita rencana loe sama gue??? Itu bikin hati gue tambah sakit Ndra. Gue mau buang perasaan ini tapi gak bisa. Gue tersiksa!!!!!!!” Aku menangis sekencang-kencangnya mencoba mengeluarkan sakit hati ini. Ku ambil bantal love-ku dan ku benamkan wajah ku. Tiba-tiba aku teringat omongan Tian tadi.“Ngapain sih loe nyiksa diri loe kayak gini. Apa untungnya buat loe? Yang ada bikin loe tambah tersiksa. Loe nangis sekenceng-kencengnya, loe teriak sekuat-kuatnya disini. Apa Andra bakal denger?? gak kan? Semua ini gak bakal ngerubah keadaan, malah bikin hati loe tambah sakit. Kalo elo mau ngerubah semuanya, loe datangin Andra loe bilang kalo loe cinta sama dia dan elo datangin Fella loe bilang loe cemburu sama dia! Jada ngapain loe disini aja." Kata-kata itu terus membayang-bayang. Akupun berhenti menangis dan menghapus air mata ku . Seolah-olah kata-kata itu mempunyai magnet untuk menguatkan aku. Segera ku bangun dan langsung meraih HP ku dan mulai mengetik balasan SMS Andra.
To: Andra
MBB
Menurut gue Fella itu suka banget sama coklat, suka warna ungu dan pink, suka baca novel romansa, suka hal2 romantis, suka boneka yang gede dan berbulu lebat & halus, makanan favoritenya sea food, dan satu hal lagi yang dia suka. Fella suka kalo rambutnya di puji.
Aku menghela napas sebentar, jujur rasanya berat untuk membalas SMS Andra apalagi menceritakan kesukaan Fella yang membuat aku hancur. Tapi bagaimanapun aku harus kuat dan gak bole nangis lagi. Segera ku bangkit dan bergegas kekamar mandi.
******************************************skip*************************************
Keesokkan paginya “Ayya udah siang bangun nak, nanti kamu terlambat sekolah lho?” suara lembut mama membangunkan ku. Tapi aku masih setia dengan selimut ku. Rasanya susah sekali tubuh ku untuk bangun. Pagi ini badan ku lemas semua, terasa pusing dan sedikit menggigil yang ku rasa.
“Ayya lagi gak enak badan mah, kepala Ayya pusing dan badan Ayya juga lemas.” Aku memijat ringan kepala ku.
“Kamu sakit yah nak? Pasti gara-gara kehujanan kemarin.” Mamah megusap dahi ku. Sepertinya mama sedang mencoba memeriksa suhu tubuh ku dan memastikan kondisi ku. “Iya kamu demam, ya sudah hari ini kamu izin sekolah dulu, nanti kita kedokter yah sayang.”ujar mama.
“Gak usah mah, nanti minum obat saja sudah sembuh kok.” jawab ku ngeyel.
“Kamu tuh yah, yasudah mama buatkan teh hangat dulu yah sayang.” ujar mama sambil berlalu. Aku hanya membalas dengan tersenyum. Itulah mama sosok yang sangat aku sayangi dan aku bangga kan. Kelembutan dan kasih sayangnya dapat meluluhkan sifat keras ku.
“Hari ini kenapa gue harus sakit ? Heumm mungkin ini jalan Tuhan supaya gue gak sedih melihat Fella di tembak Andra. Tapi gue kan seharusnya senang melihat temen gue jadian, apa lagi mereka saling cinta. Gue gak boleh egois, gue gak boleh cengeng, gue harus tegar terima kenyataan kalau Andra itu cuma suka sama Fella bukan gue.” ucap ku berbicara sendiri. Mungkin terlihat bodoh tapi ini cara menenangkan batin ku sendiri. Aku masih merahasiakan perasaan ini kepada siapapun sekalipun mama. Walaupun aku slalu bercerita tentang apapun kepada mama , tapi entah kenapa rasanya berat menceritakan ini kepada mama. Biarlah aku sendiri yang merasa dan menyimpan sakit ini. Oh tidak aku baru ingat kalau Tian tau cerita ku ini. Tapi dari siapa? Toh tidak ada yang tau perasaan ku ini. Ia bilang kalau mata ku yang mengatakannya. Kalau memang ia bisa melihat perasaan cinta ku kepada Andra hanya lewat tatapan mata. Kenapa Andra cowok yang aku suka tak pernah peka dengan perasaan ku. Apa begitu perhatiannya Tian kepada ku, sehingga ia bisa membaca fikiran dan perasaan ku hanya lewat tatapan mata. Atau mungkin Tian suka dengan ku? Ah rasanya tidak mungkin, aku ini kan jelek. Sudahlah jangan berkhayal macam-macam. Mungkin belum waktunya aku menemukan pangeran Orion ku. Aku percaya Tuhan akan merencanakan sesuatu yang indah buat ku nanti. Percayalah…
“Sayang ini mama sudah buatkan teh hangatnya.” Mama masuk kekamarku membawakan secangkir teh hangat buatannya. Kedatangan mama membuyarkan aku dari lamunan. Aku mencoba mengangkat tubuh ku untuk meraih secangkir teh hangat lalu meminumnya.
“Yasudah kamu habisakan teh-nya lalu istirahat yah sayang.” Mama mencium kening ku dan berlalu. Aku meraih handphone ku diatas nakas dari aku bangun belum mengcek handphone ku ini. Benar saja ternyata ada 3 message, akupun langsung membukan dan membaca.
Sender : Fella
Aya lo kok belom datang? Apa lo gak masuk sekolah?
Padahal gue mau curhat byk sm lo
Sender : Andra
Aya doakan gue yah, nanti pulang sekolah rencananya gue
Mau ngajak Fella jalan. Saat itu juga gue mau nembak dia.
Doakan gue J
Sender: Tian Rese
Ayayay pasti lo gak masuk sekolah karna sakit.
Lagian sih hujan2’an. Cepet sembuh yah Reyya J
Tiga message itu membuat hati aku campur aduk rasanya. Gak tau aku itu harus senang atau sedih. Andra asal kamu tau kalau aku itu sayang sama kamu. Kenapa dia harus bilang rencanan nembaknya sama aku. Itu bikin aku jadi tambah down lagi. Seharusnya ia harus tau kalau aku sakit begini gara-gara dia. Seharusnya dia sadar kalau selama ini dia perlahan-lahan buat aku hancur. Tanpa terasa air mata ku merembas, tidak tau sudah berapa kali aku menghabiskan air mata cuman buat dia. Iyah cuma buat Diandra Prasetyo yang bukan siapa-siapa aku tapi slalu membuat ku menangis. Aku bagai dibuat bodoh olehnya.
Aku membuka laci nakas ku dan mengambil buku diary ku. Hanya diary tempat aku menulis keluh kesah dan curhatan ku. Aku menumpahkan semua perasaan ku dengan coretan tinta pulpen di diary ku. Mungkin dengan menulis diary aku dapat lega.
Ddrrrrtttttt ddddrrrrrtttt ddddrrrrrrrttttttt
Handphone ku bergetar, mungkin SMS. Oh bukan tapi telpon dan yang membuat aku kaget dilayar handphone ku bertuliskan.
Tian Rese calling
Akupun bingung harus mengangkatnya atau tidak. “Untuk apa Tian telpon aku. Ahh sudah angkat saja.” gumam ku
*Ditelpon
Tian : Hallo
Aku : Iya hallo, ada apa lo telpon gue
Tian : Gak kenapa-kenapa sih, gue cuma mau pastiin kalau lo kenapa gak masuk sekolah
Aku : Kan lo udah tau alasannya, gue sakit
Tian : Iya gue tau, tapi tadi SMS gue gak dibales jadi gue pastiin lagi deh
Aku : Pengen banget apa SMS lo gue bales, alasan lo aja kali bilang aja mau telpon gue
Tian : Iya harus dong harus dibales. Woo ke PDan lo
Aku : Oya, absenin gue juga yah kalau gue sakit
Tian : Oke-oke beres. Sempet sembuh yah Ya, jangan lupa minum obat
Aku : Jangan sok perhatian deh
Tian : Gue ga perhatian Cuma ngingetin doang
Aku : Sama ajah itu mah
Tian : Terserah lo deh artikannya apa. Ayya jangan pernah nangis lagi.
Aku : Apa urusan lo ngelarang gue nangis
Tian : Gue gak mau lo itu hancur
Aku : Maksud lo?
Tian : Lo gak boleh nyiksa diri lo. Lo inget kenapa lo jadi sakit begini?
Aku : Itu bukan urusan lo
Tian : Ayya gue ngomong kayak gini karna gue…..
Aku langsung memutuskan telpon ku dengan Tian. Tidak tau kenapa aku menekan tombol off untuk menyudahi obrolan ditelpon. Mungkin karna aku kesal melihat tingkahnya yang sok perhatian dan menggurui aku. Aku paling tidak suka kalau masalh ku di campuri oleh orang lain. Apa lagi oleh Tian cowok yang sok tau itu. Tapi aku juga rada penasaran apa yang ingin diucapkan Tian. Ah sudahlah lebih baik aku istirahat saja.
~BERSAMBUNG~
Langganan:
Komentar (Atom)
Olivia Resty Amallia. Diberdayakan oleh Blogger.







